Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro

Indonesia kaya akan sumber alam yang melimpah dengan banyaknya alam yang tersebar di pulau-pulau indonesia dan beberapa pegunungan yang masih aktif merupakan aset tersendiri untuk negeri ini contoh kecil adalah untuk pemanfaatan pembangkit listrik mini hydro, dengan memanfaatkan mini hydro ini akan sedikit mengurangi pengeluaran bahan bakan minyak dan di ganti dengan menggunakan memanfaatkan air yang mengalir dari beberapa pegunungan atau air dari bendungan.

Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga mini hydro atau kebanyakan sudah di kenal dengan singkatan PLTMH yaitu suatu bentuk perubahan tenaga air dengan ketinggiandan debet tertentu menjadi tenaga listrik dengan menggunajan turbin air dan generator. sedangkan kekayaan alam di indonesia ini kurang lebiga ada 200 giga Watt sekitar 40 Giga Watt berada di Sumatera,  dan 100 Giga Watt di Sulawesi berdasarkan kabar dari http://www.listriktenagaair.com potensi lokasi PLTMH ini ada beberapa kota di indonesia di antaranya :

Sumatera

  • Nangroe Aceh Darussalam : Aceh Barat. Aceh Tengah. Aceh Tenggara. Pidie.
  • Sumatera Utara : Nias. Tapanuli Selatan. Tapanuli Utara.
  • Sumatera Barat : Agam. Pasaman. Pesisir Selatan. Solok.
  • Bengkulu : Bengkulu Selatan. Bengkulu Utara. Rejang Lebong.
  • Jambi : Sarko

 

Kalimantan

  • Kalimantan Timur : Berau. Bulungan. Kutai.
  • Kalimantan Tengah : Barito Utara. Buntok. Kapuas.
  • Kalimantan Barat : Kapuas Hulu. Pontianak.
  • Kalimantan Selatan : Awayan. Batu Benawa. Piani.

 

Sulawesi

  • Sulawesi Utara : Belengan. Bolaan Mongondo Timur. Buyat. Duminaga. Pidung
  • Sulawesi Tengah : Bambalo. Banggai. Batubota. Bunta. Donggala. Lambangan. Mampueno. Pakasalo.
  • Sulawesi Barat : Majene. Mamuju.
  • Sulawesi Selatan : Bone. Enrekang. Gowa. Maros. Polmas. Sinjai. Soppeng. Tana Toraja. Tator. Wajo.
  • Sulawesi Tenggara : Buton. Kolaka.
  • Gorontalo : Iya. Lobong. Milangodaa. Mongango. Taludaa. Tincep. Ujung Peliang.

 

Nusa Tenggara

  • NTT : Belu. Ende. Manggarai. Ngada. Sika. Sumba Timur. Sumbawa. Sumbawa Timur. Timor Tengah.
  • NTB : Bima. Lombok Barat. Lombok Tengah. Sumba Barat. Sumba Besar. Sumbawa. Sumbawa Besar.

 

Maluku

  • Maluku Utara : Maluku Utara.
  • NTB : Maluku Tengah : Maluku Tengah.

 

Papua

  • Papua : Fak Fak. Jaya Wijaya. Manokwari. Sorong. Yapen Waropen.

 

itu adalah sebagian dari kekayaan alam indonesia yang sudah terexpose, lalu bagaimana dengan sumber-sumber alam yang bisa di jadikan energi listrik lagi apakah kota pembaca ini ? yakin kah ? semoga bermnfaat alam ini untuk manusia dan sekitarnya.

Dari beberapa technologi pasti ada kelebihan dan kelemahan berkut Kelebihan dan kelemahan PLTMH :

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH)

  1. Bahan bakar PLTU adalah batu bara. Berdasarkan pengertian yang sama, kita dapat mengatakan bahwa bahan bakar untuk PLTA adalah air (batu bara putih). Keunggulan bahan bakar untuk PLTA ini sama sekali tidak habis terpakai ataupun berubah menjadi sesuatu yang lain dan merupakan suatu sumber yang abadi. PLTA tidak menghadapi masalah pembuangan limbah, sedangkan untuk PLTU menghadapi masalah pembuangan limbah berupa abu batu bara.
  2. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan PLTA sangat rendah jika dibandingkan dengan PLTU atau PLTN. Pada PLTU, disamping pengeluaran biaya untuk batu bara, perlu diperhitungkan pula biaya transportasi bahan bakar tersebut.
  3. Turbin – turbin pada PLTA bisa dioperasikan atau dihentikan pengoperasiannya setiap saat.
  4. PLTA, cukup sederhana untuk dimengerti dan cukup mudah untuk dioperasikan. Ketangguhan sistemnya dapat lebih diandalkan dibandingkan dengan sumber – sumber daya yang lainnya.
  5. Peralatan PLTA yang mutakhir, umumnya memiliki peluang yang besar untuk bisa dioperasikan selama lebih dari 50 tahun. Hal ini cukup bersaing jika dibandingkan dengan umur efektif dari PLTN yang sekitar 30 tahun.
  6. Dengan teknik perencanaan yang mutakhir, pembangkit listrik dapat menghasilkan tenaga dengan efisien yang sangat tinggi meskipun fluktuasi beban cukup besar.
  7. Perkembangan mutakhir yang telah dicapai pada pengembangan turbin air, telah dimungkinkan untuk memanfaatkan jenis turbin yang sesuai dengan keadaan setempat.
  8. Pengembangan PLTA dengan memanfaatkan arus sungai dapat menimbulkan juga manfaat lain seperti misalnya; pariwisata, perikanan dan lain – lain, sedangkan jika diperlukan waduk untuk keperluan tersebut dapat dimanfaatkan pula misalnya sebagai irigasi dan pengendali banjir.

 

Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH)

  1. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas, hampir semua PLTA merupakan proyek padat modal. Seperti padat modal yang lain, laju pengembalian modal proyek PLTA adalah rendah.
  2. Masa persiapan suatu proyek PLTA pada umumnya memakan waktu yang cukup lama.
  3. PLTA sangat tergantung pada aliran sungai secara alamiah, sehingga pada umumnya tenaga andalan atau tenaga mantap akan sangat lebih kecil jika dibandingkan dengan kapasitas totalnya

 

 

summary :
http://www.listriktenagaair.com/PembangkitListrik.htm
http://www.geocities.ws/sukmaweb/skm_art/engineering/electricity/pembangkit_listrik_hidro.pdf